Ibu, Sang Penjaga "Benteng Terakhir"

Garis pertahanan depan telah koyak tercabik, prajurit penjaga pada bingung mencari arah, lawan kawan sudah tak dikenal, malah sibuk saling membabat atau malah bunuh diri. Asa kemenangan pun musnah sudah. Kalah?

Ah... belum, selagi "Benteng Terakhir” masih kokoh terjaga. Lihatlah di dalam sana masih ada prajurit-prajurit kecil, gesit dan lincah terlatih dalam kasih sayang, doa dan belaian lembut sang penjaga. Harapan masih ada selama masih ada IBU sang penjaga "Benteng Terakhir"...

2 komentar:

Ummu Fauzan mengatakan...

itu do'a buat Ummu Fauzan binti Lante:-) Amin...

Abu Fauzan mengatakan...

Rabbi habli minashsholihin, amiin

Posting Komentar